Pada sore hari setelah operasi cesar, istri sudah dibolehkan untuk kembali ke Ruang Pasien. Tapi masih tetap di tempat tidur, karena belum bisa berdiri, bahkan duduk pun masih belum bisa juga. Efek setelah operasi cesar masih berasa dalam beberapa hari ke depan. Beda dengan persalinan normal, bisa dengan cepat pulih kembali.

Kita belum bisa jenguk Qiano, karena ada jam-jam tertentu saja untuk dibolehkan masuk ke dalam ruang perina.

Pas waktu senggang, gue browsing deh di internet mengenai check gula darah pada bayi baru lahir, juga tentang pemberian sufor juga.

Ada yang  pro dan juga yang kontra.

Dalam hati, gue masih kayak belum bisa terima. Kalo gue baca artikel nya gue termasuk yang kontra dengan check gula darah, karena seharusnya kalo mau check gula darah, nanti setelah beberapa hari setelah lahir. Jangan pas lahir langsung di check, itu udah pasti nilai kadar gula nya rendah.

Seperti nya hanya sebuah modus untuk segera memberikan sufor.

Padahal udah jelas, asi itu yang terbaik, gak bisa dibandingkan dengan sufor.

Dan gue baca-baca lagi, bayi juga bisa bertahan setelah lahir tanpa asi selama 3 hari.

Pengalaman di atas cukup dijadikan untuk pelajaran saja.

Ini semua terjadi kan karena memang harus terpaksa melakukan persalinan disini.

30 November 2015

Istri udah bisa bangun duduk, belum kuat untuk berdiri, jadi kalo kemana-mana harus menggunakan kursi roda, gue bawa ke ruang inkubator bayi.

Akhirnya bisa ketemu juga dengan Qiano.

Dan Qiano bisa mencoba untuk nenen asi langsung dengan ibu nya.

Bisa tenang juga hati gue, bayi Qiano bisa ketemu ama ibu nya. Walaupun hanya sebentar karena kagak bisa dibawa ke Ruang Inap Pasien.

Qiano Bertatap Muka Dengan Ibu nya

Untuk saat ini, Qiano masih mengkonsumsi sufor walau agak berkurang karena istri udah bisa ngasih asi walaupun belum banyak. Dan juga mencoba untuk terus mempompa asi biar qiano bisa dikurangi minum sufor nya.

Untuk pengambilan darah untuk mengecek nilai gula darah, rutin dilakukan. Terjadwal sehari sekali selalu diambil darah nya melalui tumit kaki.

Hasilnya selalu ada kemajuan. Sehingga esok hari, Qiano udah bisa keluar dari Inkubator jika hasil cek gula darah nya udah mencapai nilai normal.

02 Desember 2016,

Istri udah diizinkan untuk pulang oleh pihak Rumah Sakit karena kondisi udah agak mendingan. Udah bisa berjalan juga. Kita berharap banget bisa pulang hari ini juga, bersama dengan Qiano. Kita juga yakin nilai gula darah Qiano akan mendekati nilai batas normal.

Dan, tanpa gue duga lagi. Gak hanya diberi ujian untuk terapi di Inkubator. Setelah melewati ujian cek gula darah. Masih ada tahapan berikut nya jika ingin dapat izin keluar dari RS, yaitu cek nilai Bilirubin. Ah ini apaan lagi sih.

Test Bilirubin ini dilakukan untuk mengetahui kadar bilirubin pada darah, yang mana ada kaitannya dengan Sakit Kuning. Banyak sekali bayi yang udah pulang dari RS, terpaksa kembali lagi masuk ke RS karena kasus sakit kuning ini.

Ya sudah, dengan hati terpaksa, gw iya kan saja daripada nanti kenapa-kenapa. Dan harus diambil lagi darah nya.

Kita semua berdoa mudah-mudah an nilai nya bisa bagus.

Tetapi ternyata memang rejeki kita harus ditakdirkan mengalir keluar melalui jalur Rumah Sakit ini. Qiano harus tetap tinggal di Rumah Sakit, dan pindah dari Inkubator ke Terapi Sinar ( Fototerapi ). Mata nya juga harus ditutup, agar tidak terkena sinar.

Proses Fototerapi ini akan berlangsung sekitar beberapa hari, akan di cek terus setiap hari nya. Hingga nilai bilirubin nya mencapai nilai normal.

Qiano Dalam Box Fototerapi

Harapan yang tidak sesuai dengan kenyataan.

“Tidak semua yang kita inginkan akan selalu kita dapatkan bung”

Itu kata-kata inspirasi gue, dan ternyata harus gue alami lagi. Kadang memang eneg banget kalo mengalami situasi seperti ini.

Dilema yang gue alami, harus gue pilih, apa tetap harus bersama tinggal bersama tinggal di Rumah Sakit sambil menunggu Qiano diiizinkan pulang, atau kita semua pulang tanpa Qiano.

Kita pulang ke rumah tanpa Qiano.

Hati was was karena anak kami yang baru lahir, harus berjauhan dengan kami.

Gak terbayang bakalan ngalamin momen tak terduga seperti ini.

 

Dan sesampainya di rumah, gue langsung menuju makam nya Qiana.

Makam Qiana

Qiana dimakamkan di makam keluarga. Semoga Qiana bisa menjadi penolong kami pas di akhirat nanti 😊

 

-Bersambung-